Namun
sesungguhnya tidak ada kemenangan yang kosong, meskipun tanpa tropi megah menyimbolkan.
Kemenangan dalam logika yang hanya berbatas bentuk, sedang kemenangan harusnya
tak memiliki batas. Menang selama anda bisa merasakannya dalam diri. Langkah
pertama untuk melawan ego-ego lain dalam malaikat-malaikat pemain lain. Akan
lebih mudah menghadapi pemain-pemain lain, menghadapi kejutan-kejutan dari Tuhan,
saat saya telah siap dengan diri saya, saat saya menang melawan ego dalam diri.
Mengendalikan ego yang selama ini mengekang malaikat untuk bergerak. Selama
saya mampu dengan usaha yang saya lakukan melawan bercak didinding ruang kosong,
disitulah saya merasa menang, dan harus terus seperti itu. Kemenangan pertama
yang menjadi pengobar, penyulut semangat
untuk menyelesaikan apa yang telah dimulai.
Cahaya
yang semakin terang
Jiwa-jiwa itu menjadi murung, entah hal apa yang
ia telah lalui, entah sejauh mana benangnya menjulur, entah serumit apa
keterikatan benang yang akhirnya terbentuk, tapi berhasil membuat sebuah cahaya
perlahan meredup. Warna itu memudar. Perlahan tak lagi menampakan bentuknya.
Jiwa itu memanggil tanpa suara. Tak terdengar tapi begitu terasa menarik diri
agar lebih mendekat dan lebih dekat. Jari-jari Tuhan menghubungkan kita. Lagi-lagi
tuhan menunjukan sisi-sisi-Nya yang lain. Memunculkan perasaan yang pernah saya
rasakan sebelumnya, namun getarannya berbeda. Sebelumnya tidak sehebat ini. Entahlah,
saya masih harus banyak belajar akan memahami ini. Terlalu banyak mengapa dipikiran saya, dan saya perlu
memilihnya satu-persatu untuk dilepaskan. Mengurai benang yang kusut dalam
pikiran terlebih dahulu. Ruang ini terlalu gelap. Butuh cahaya walau hanya
setitik unutk memecah balutan hitam. Permainan ini semakin dalam menguras
energi saya. Tak hanya memaksa untuk terus melangkahkan kaki agar tetap
seimbang, tapi juga mengharapkan saya dan sang malaikat menyumbangkan pemikiran
untuk segala hal yang ada dipermainan. Ya, permainan memang seperti itu, kita memerlukan
strategi khusus untuk tetap melaju, untuk tetap bertahan, untuk tetap bisa
bermain, agar tahu arah permainan, agar tidak dipermainkan. Mungkin saya
terlalu menikmati ayunan jari Tuhan hingga akhirnya melayang ke sisi terlarang,
atau dia yang tidak bisa mengikuti alunan ritme jari Tuhan, karena dia belum
terbiasa. Mungkin dia pemain baru seperti saya beberapa waktu yang lalu. Atau mungkin
ini memang maunya Tuhan. Mengenalkanku kepada malaikat lain yang juga ada
disekeliling, tapi saya tidak begitu menyadarinya. Lain kali mungkin saya harus
lebih mau peduli untuk lebih tahu. Lebih mau tahu untuk lebih mengenal. Saya
tidak memperdulikannya hingga akhirnya terbentur. Benturan ini cukup hebat untuk
akhirnya bisa menyadarkan kedua pemain bahwa ada hal yang sedang dan akan
mereka hadapi. Benturan yang akhirnya menguhubungkan saya dan dia,
menghubungkan benang kita. Meskipun sudah menjadi hal biasa untuk saya menemui
hentakan-hentakan semacam ini. Namun setiap perubahan yang saya alami memiliki
kesan yang berbeda, itulah yang saya rasakan. Saya takut getaran ini memutus
benang harapan untuk terus bercahaya dalam permainan, karena ada saat-saat
dimana malaikat kehilangan cahayanya yang tertutup kabut, yang ragu tanpa tiang
Tuhan, akhirnya terputus dikikis- (bersambung)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar